Obat Nyeri Haid Tradisional
Selain ramuan di atas, pengobatan nyeri haid juga bisa dilakukan dengan cara tradisional lainnya. Dan berikut ini sudah saya rangkum beberapa cara mengobati nyeri haid dengan bahan-bahan alami yang dulunya digunakan oleh nenek moyang kita untuk mengatasi masalah tersebut.
1. Air Kelapa Hijau
Advertisement
Sejak zaman dahulu kala, air kelapa hijau sudah dijadikan sebagai obat untuk mengatasi berbagai penyakit, seperti keracunan makanan hingga obat nyeri saat menjelang haid. Caranya, air kelapa hijau dicampur dengan gula kelapa. Minum 2 kali sehari selama 3 hari berturut-turut menjelang haid. Kalau ingin khasiatnya lebih bagus, buah kelapa jangan dijatuhkan, tapi dipelintir dan dibawa turun. Hal ini untuk mencegah kandungan lemak dalam daging buah kelapa pecah.
2. Bawang Putih
Sepertinya sudah tak terhitung berapa banyak manfaat bawang putih yang ada di blog ini. Dan sekarang bertambah satu agi sebagai obat nyeri haid. Caranya juga sangat mudah, ambil 2 siung bawang putih, kupas kulit arinya, kunyah sampai halus lalu telan. Setelah itu, minum air hangat.
3. Lengkuas
Selain bawang putih, bumbu dapur lainnya yang juga bermanfaat untuk menyembuhkan nyeri haid adalah lengkuas atau laja. Siapkan seibu jari lengkuas segar, setelunjuk kunyit dicuci, kupas, memarkan, 1 sendok makan penuh ketumbar, 3 tanaman meniran beserta akarnya, cuci bersih. Rebus semua bahan dengan 4 gelas air sampai airnya tinggal setengah, saring, untuk digunakan 2 hari. Minum pagi dan sore @ 1/2 gelas. Yang belum terminum simpan di lemari es.
4. Wortel
Wortel merupakan salah satu sayuran yang kaya khasiat. Bukan cuma untuk kesehatan mata, tapi juga sebagai obat tradisional. Salah satunya untuk mengobati nyeri haid pada wanita. Siapkan 250 gram wortel, kemudian dicuci bersih. Potong-potong, beri sedikit air dan diblender. Minum jus wortel tersebut secara teratur 2 kai sehari. Baca juga artikel mengenai manfaat wortel untuk kesehatan.
5. Kencur
Selain kunyit, ternyata kencur juga bisa dijadikan obat untuk mengatasi hyeri haid. Siapkan dua potong kencur sebesar ibu jari (cuci bersih lalu parut), sehelai daun trengguli, 1 cengkih dan 1/2 sendok teh adas. Rebus dengan 2 gelas air hingga tersisa hanya 1 gelas. Saring airnya dan diminum 2kali sehari setiap pagi dan sore, masing-masing 1/2 gelas tiap kali minum.
6. Bunga Cengkeh
Selain dapat mengobati sakit gigi, cengkeh juga bisa kita gunakan untuk mengobati sakit perut saat haid. Siapkan 2 bunga cengkih, 7 butir ketumbar, kunyit berukuran 2 cm (dikupas, dicuci), dan 1 sendok teh rata parutan biji pala. Semua bahan direbus dengan 1 gelas air sampai airnya tinggal setengah. Saring airnya dan diminum hangat-hangat.
7. Pacar Cina
Pacar cina biasa dimanfaatkan sebagai kutek, untuk mewarnai kuku secara alami. Pacar cina berbeda dengan pacar air, tanaman ini daunnya berwarna hijau tua dengan batang keras. Dalam dunia pengobatan, pacar cina digunakan untuk mengatasi darah haid yang terlalu banyak. Segenggam daun pacar cina segar dicuci bersih, lalu rebus dengan 2 gelas air sampai tersisa 1 gelas. Setelah dingin airnya disaring, minum 2 kali sehari, masing-masing 1/2 gelas.
8. Daun Beluntas
Sediakan 20 lembar daun beluntas dicuci bersih lalu diremas-remas sampai hancur. Seduh dengan segelas air panas sambil diberi sedikit asam jawa dan garam, lalu disaring. Airnya diminum selagi masih hangat. Ramuan ini untuk diminum 2 kali sehari.
Itulah beberapa contoh macam obat herbal atau ramuan untuk mengatasi nyeri haid. Dimana aneka ramuan tersebut sangat bermanfaat untuk membantu Anda mengatasi keluhan nyeri haid dan juga membantu melancarkan haid. Obat-obatan herbal untuk nyeri haid ini juga rendah residu serta tidak akan memberikan efek samping berbahaya apapun selama Anda konsumsi sewajarnya. Bahkan obat-obatan herbal nyeri haid juga sangat membantu Anda dalam mengurangi tumbuhnya kista maupun miom hingga kanker di dinding rahim. Manfaat semacam ini tentu saja tidak akan Anda dapat ketika Anda mengonsumsi obat-obatan medis. Karena obat medis justru akan menyebabkan Anda terkena penyakit yang b
Tidak ada komentar:
Posting Komentar